Selasa, 06 Desember 2016

Tidak Butuh Judul [10]


Ify diculik. Setidaknya begitulah yang dirasakan Ify ketika pagi tadi Rio tiba-tiba menggertaknya untuk ikut bersamanya. Ify tidak diberikan kesempatan untuk mandi terlebih dahulu. Rio meminta Ify untuk segera berkemas, membawa beberapa baju serta peralatan menginap lain. Alhasil, masih dengan piama bunga-bunganya, Ify tertidur pulas dalam mobil, sementara Rio menyetir seraya berbusa-busa menjelaskan rencana kejutannya untuk sang mama.

Rabu, 30 November 2016

Allied



Tiba-tiba tergerak untuk menonton film ini, entah karena apa. Mungkin karena katanya film ini yang jadi penyebab perceraian Brad Pitt dan Angelina Jolie. Tapi, emang cantikan Marion Cotillard (cewek di film ini) sih.___. 

Allied mengambil latar perang dunia kedua. Max Vatan (Brad Pitt) adalah seorang agen Canada. Dia kemudian menjalankan misi untuk membunuh petinggi Jerman. Max kerja sama dengan seorang pejuang dari Prancis bernama Marianne Beausejour (Marion Cotillard). Awalnya mereka pura-pura jadi pasangan suami istri, tapi lama kelamaan mereka cinlok dan akhirnya menikah. Mereka kemudian pindah ke London dan hidup bahagia di sana bersama anaknya Anna, yang Marianne lahirkan ketika ada penyerangan :(( Selesai. *eh ga deng. Ya pokoknya setelah mereka menikah, mereka dapat cobaan. Mariane dicurigai sebagai mata-mata. WOW.

Senin, 28 November 2016

Moana



Disney kembali menciptakan kisah Princess. Bedanya, Moana hadir dalam wujud Princess yang tangguh, pemberani dan independen.

Dikisahkan terdapat dewi laut (?) bernama Te Fiti. Dia yang memberikan kehidupan untuk laut dan banyak pulau. Suatu hari, seorang manusia setengah dewa yang bisa berubah wujud bernama Maui mencuri jantung Te Fiti yang membuat ia marah dan akhirnya memberikan kutukan pada laut dan pulau-pulau. Sementara itu, di satu pulau hiduplah Moana yang akhirnya tahu bahwa dulu masyarakat pulaunya adalah penjelajah lautan. Atas petunjutk neneknya, ia mulai melakukan petualangan melintasi lautan untuk mengembalikan jantung Te Fiti.

Kamis, 17 November 2016

Fantastic Beasts and Where to Find Them


Bukan pengikut Harry Potter, dan bahkan tidak pernah ada filmnya yang gue tonton sampai selesai, karena selalu berakhir dengan ketiduran. Tapi bukan berarti gue tidak tertarik dengan Fantastic Beasts and Where to Find Them tidak menarik perhatian gue untuk menontonnya.

Dikisahkan seorang penyihir muda bernama Newt Scramander baru saja tiba di New York dengan membawa koper berisi banyak hewan ajaib peliharaannya. Beberapa dari hewan itu tiba-tiba kabur dan membuat kekacauan di tengah kondisi New York yang sedang dalam keadaan buruk karena kecurigaan para warganya terhadap adanya penyihir.

Sabtu, 05 November 2016

Jumat, 04 November 2016

Ouija: Origin Of Evil



Sebelumnya gue mau meminta maaf sekali karena penilaian gue terhadap film ini sangat dipengaruhi suasana saat menonton. Dan kemarin ketika gue menonton film ini, suasananya sangat tidak kondusif karena banyak gerombolan anak SMA yang entah apa tujuan mereka masuk bioskop, karena kalau untuk menonton dan menikmati film, kayaknya enggak :)


Kamis, 03 November 2016

Trolls


Dikisahkan hiduplah mahluk bernama Trolls. Mereka adalah mahluk warna-warni yang selalu berbahagia. Hidup mereka diisi dengan bernyanyi, menari dan berpelukan. Di sisi lain, terdapat raksasa bernama Bergen yang tidak pernah bahagia. Oleh karena itu, mereka memakan Trolls untuk mendapatkan kebahagiaan di pesta Trolls yang diadakan setiap tahun. Suatu hari, para Trolls melarikan diri dan melanjutkan hidupnya jauh dari tempat Bergen.

Kamis, 27 Oktober 2016

Butuh Doa


Suatu hari di kelas elektif kewirausahaan, dosen gue bilang "Kalian sudah punya pasangan belum?"

Beberapa menjawab sudah, kebanyakan belum. Gue adalah salah satu yang menjawab belum.

Lalu sang dosen bilang, "Ayo kalian cari pasangan dari sekarang! Jangan dulu lulus sebelum dapat pasangan! Nanti di klinik kalian ga akan ada waktu buat hal begituan."

Gue cuma ketawa. Segitunya emang?

Sabtu, 15 Oktober 2016

Pinky Promise



Kanker payudara  adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh perempuan, bahkan bukan hanya perempuan, semua orang juga takut. Beberapa orang yang menderita kanker payudara merasa dirinya adalah perempuan gagal. Tapi Tante Anin (Ira Maya Sopha) dalam film Pinky Promise meyakinkan kita semua bahwa tidak pernah ada perempuan gagal.

Selasa, 11 Oktober 2016

Ada Cinta di SMA



Cinta gue pake peringkat. Dari yang namanya masih Coboy Junior terus ganti jadi CJR karena Bastian keluar, gue memposisikan Aldi di peringkat pertama, dan Iqbaal di peringkat terakhir. Sayangnya, Iqbaal selalu mendapatkan hal yang 'lebih' dibandingkan yang lain. Iqbaal adalah personil CJR yang fansnya paling banyak (dilihat dari jumlah followers twitter dan instagramnya). Kalau diundang ke acara-acara, yang selalu jadi bahan obrolan adalah Iqbaal. Waktu Coboy Junior main sinetron, Iqbaal yang jadi pemeran utama. Pun dengan film Coboy Junior The Movie, meskipun semua punya konflik tersendiri, Iqbaal masalahnya lebih jelas dibanding dengan Bastian._.

Kamis, 29 September 2016

Athirah



Ketika membaca sinopsis film ini, awalnya gue ragu untuk nonton. Karena sudah begitu banyak film-film poligami yang lebay dan terlalu dramatis :( Tapi karena ada Christoffer Nelwan yang jadi salah satu pemainnya, dan film ini produksi Miles Film, jadilah gue pergi menonton di hari penayangan film ini.

Selasa, 13 September 2016

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! part 1




Berbagai alasan mendorong gue untuk menonton film ini. Karena gue salah satu penggemar film warkop (meskipun kalau ditanya gue ga akan tahu film warkop yang ini judulnya apa, yang itu judulnya apa-,,-), karena yang main Vino G Bastian (aktor yang selalu sukses di setiap filmnya) dan Abimana, karena yang nulis skenarionya adalah idola gue, Bene Dion dan Awwe.


Rabu, 07 September 2016

Tujuh




Karena waktu yang berjalan cepat, terlalu cepat. Gue masih sangat ingat bagaimana dulu ketika mendapat kabar bahwa gue diterima di Fakultas Kedokteran Gigi, gue langsung memeluk nenek, orang yang berada paling dekat saat itu, yang sayangnya sekarang dia justru berada di tempat yang sangat jauh, tempat itu bernama surga.

Senin, 05 September 2016

Sukajadi, Suka Sejadi-jadinya




Satu hal yang Snap takutkan ketika bertemu orang baru di lingkungan baru adalah apakah mereka akan menerima Snap, tidak merubah Snap jadi orang lain. Ketakutan itulah yang datang ketika di akhir semester 6 kemarin Snap diwajibkan untuk mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata). Entah beruntung atau tidak, Snap KKN di sebuah desa di Purwakarta. Beruntungnya karena Purwakarta tidak terlalu jauh, tidaknya adalah desa yang Snap dapat ternyata jauh dari keramaian. Sebuah desa bernama Sukajadi yang untuk sampai di sana,  harus melewati beberapa tanjakan, turunan, pepohonan, sawah, dua sungai besar mengalir deras, dua jembatan yang kalau diseacrh di google bakalan muncul berita jembatan itu pernah amblas-,,- Sebuah desa yang ternyata memberi Snap banyak hal.

Kamis, 01 September 2016

Don't Breathe



AKHIRNYA! Setelah lebih dari sebulan tidak menonton, kemarin secara tidak sengaja gue kembali lagi ke bioskop, menonton film bergenre thriller yang baru saja rilis di Indonesia: Don't Breathe.

Don't Breathe mengisahkan tiga perampok yang berencana untuk mencuri uang di sebuah rumah tua seorang pensiunan tentara yang buta. Tak disangka ternyata di rumah itu terdapat bahaya yang mengancam, karena ternyata si bapak tua buta itu adalah seorang psikopat.

Jumat, 15 Juli 2016

Sabtu Bersama Bapak


Dari lima film Indonesia yang tayang di libur lebaran, gue memilih untuk menonton Sabtu Bersama Bapak. Selain karena ada dua aktor favorit gue: Arifin Putra si ganteng tiada tara dan Acha Septriasa, ada si pemilik suara paling romantis abad ini; Abimana._., gue nonton Sabtu Bersama Bapak karena merasa film ini paling cocok sama gue. Bukan karena gue yang kebapakan, tapi karena gue orangnya keluarga banget dan film film keluarga begini yang gue suka. Jadi ya film ini harus gue tonton.

Dari trailer yang sering banget ditayangin di tv, gue mengira film ini akan bikin gue nangis kejer. Tapi apa yang terjadi di studio?????? Snap terbahak-bahak, bahkan ketika scene sedih dan menegangkan. Ya allah kenapa ya? :(

Sabtu, 18 Juni 2016

Finding Dory



Keterseringan nonton Finding Nemo membuat gue pada awalnya tidak terlalu antusias dengan kehadiran Finding Dory. Namun akhirnya, gue menonton juga film ini.

Finding Dory dibuat dua versi, asli dan dubbing Indonesia. Sebenarnya gue lebih pengen nonton yang Indonesia karena ada Syahrini dan Raffi Ahmad yang jadi pengisi suaranya. Namun tidak bagi penonton lain yang terdengar keluhan kecewa saat film dibuka dengan sapaan dari Dory: "Hai, Aku Dory!" Gue mah beda. Gue seneng banget. Wk.

Kamis, 16 Juni 2016

The Conjuring 2





Akhir-akhir ini The Conjuring 2 ramai diperbincangkan. Meme-meme tentang Valak, hantu berkerudung (?) di film The Conjuring 2 pun banyak bermunculan. Ada yang lucu banget. Ada yang bikin ngelus dada sambil bilang 'apaan sih'. Tapi tulisan ini tidak akan membahas tentang meme-meme Valak itu. Ada beberapa hal yang mengusik perhatian gue ketika menonton film ini, selain karena filmnya yang serem tapi anehnya pulang dari bioskop yang terngiang-ngiang malah lagu Can't Help Falling in Love With You -_-

Berikut 5 hal termembuat Snap pengen komentar:

Tidak Butuh Judul [9]


Ify seketika merubah air mukanya menjadi masam ketika mendapati Rio di ruangan itu bersama Alvin. Entah sejak kapan pemuda itu di sana. Padahal sepuluh menit yang lalu ketika Ify meminta izin untuk mengurusi administrasi, di ruangan itu hanya ada Alvin seorang diri. Gadis itu melengos ketika Rio menoleh padanya. Tidak peduli dengan desahan kecewa dari sang pemuda.

Selasa, 31 Mei 2016

Porsenang For Senang


Yang kurang Sinta suka dalam hidup adalah keteraturan. Kadang-kadang, chaos lebih baik, lebih menyenangkan. Tapi dalam sebuah acara, kechaosan adalah hal yang paling dihindari. Sebisa mungkin semuanya harus sesuai dengan rencana (?).

Dua bulan yang lalu, Sinta ikut dalam kepanitian acara tahunan di kampus, Porsenang. Bukan inisiatif atau sok ativis, tapi karena emang itu wajib. Ya jadi terpaksalah. Dan entah atas dasar apa, Sinta dimasukkin ke divisi acara, yang kerjanya mesti bener-bener, menguras otak dan tenaga. Sementara Sinta pemalas dan tidak bisa kelelahan :)

Senin, 16 Mei 2016

Jumat, 22 April 2016

Super Didi


Sama sekali tidak memiliki ekspektasi terlalu tinggi terhadap film ini. Datang, nonton dan terhibur rasanya cukup bagi gue. Tapi ketika gue selesai menonton film yang disutradai oleh dua perempuan ini pun membuat gue lebih dari perasaan terhibur.

Film dibuka dengan adegan Didi Arka (Vino G Bastian) yang diganggu oleh dua anaknya, Anjani dan Velia. Mereka main perang bantal. So unchhh. Dan berlanjut ke adegan adegan lain.

Rabu, 20 April 2016

Tidak Butuh Judul [8]


Ify dikejutkan oleh kabar bahwa Alvin masuk rumah sakit. Setelah menyelesaikan perkuliahannya, ia segera pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan sahabatnya itu.
            
Dan gadis itu semakin dibuat terhenyak ketika mendapati kondisi Alvin yang sangat menyedihkan. Pemuda itu berbaring lemas di atas tempat tidur. Wajahnya pucat pasi. Bercak-bercak merah terlihat di sekujur tubuhnya.
            

Tidak Butuh Judul [7]


Tok... tok... tok... Rio mendesah kentara setelah mengetuk pintu yang ada di hadapannya. Ia menunggu dengan gusar pintu itu terbuka. Menyiapkan diri ketika seseorang yang entah mengapa sejak tadi pagi dipikirkannya menyembul dari sana.
           
“Eh, Kak Rio. Ada apa?” tanya Ify sesaat setelah membuka pintu. Agak terkejut mendapati Rio di sana.

Tidak Butuh Judul [6]


Apakah begini yang namanya surga? Sepertinya tidak jauh berbeda dengan kamarnya. Hanya mungkin di sini lebih rapi dan wangi. Selain itu tidak ada yang istimewa.
           
“Awww!” Rio mengaduh kesakitan. Refleks ia menyentuh pelipisnya. Omong-omong di surga masih bisa merasakan sakit ya? Tanyanya seperti orang dungu.
            

Tidak Butuh Judul [5]


Sakit yang berdenyut di daerah kepalanya membuat Rio menjauh dari kemudi. Dengan napas terburu, pemuda itu perlahan membuka matanya. Bersiap menerima kenyataan bahwa apa yang dilihatnya bukan lagi sebuah kehidupan. Wahai surga, sambutlah kedatangan pecundang kita!
            
Rio menghembuskan napas lega ketika matanya yang terasa panas menangkap pemandangan malam dari dalam mobil. Dirinya belum mati ternyata. Tadi, mobilnya berhasil menghindari truk itu. Dibantingnya ke kiri hingga berakhir dengan moncong mobilnya mencium trotoar. Pemuda itu mengurut dada.

Tidak Butuh Judul [4]


Siapa yang pertama kali menemukan ungkapan setiap pertemuan pasti ada perpisahan? Akan Rio habisi dia! Enak sekali bicara seperti itu. Coba rasakan dulu jadi dirinya. Rasakan dulu betapa setiap partikel udara yang kau hela bukan malah menghidupkan, namun justru melemahkan. Rasanya, Rio ingin berhenti bernapas saat itu juga. Namun ia tak bisa. Seakan udara-udara yang tak nampak wujudnya itu merangsek masuk tanpa bisa ia bendung. Memenuhi jutaan kantung paru-parunya. Oh, dia mau meledak saja.

Tidak Butuh Judul [3]


Ify menggeledahi tasnya. Mencari-cari sebuah benda miliknya yang teramat berharga. Tapi siang itu, tidak ditemukannya di sana.
            
“Kenapa, Fy?” tanya Alvin.

Tidak Butuh Judul [2]


Mangkuk berisi soto ayam itu terbang di udara. Berputar beberapa saat, lantas meluncur jatuh mencium lantai. Hancur berkeping-keping. Dan soto ayam itu pun sempurna menggenang di sana. Bercampur dengan semut, bakteri, dan mikroorganisme lainnya.

Selasa, 19 April 2016

Tidak Butuh Judul [1]


Ify memandangi ruang tamu apartemennya yang terasa begitu lengang. Belum sehari  Papa meninggalkannya, gadis itu sudah merasa begitu kesepian. Seumur hidup tinggal bersama Papa, selalu ikut ke mana pun orangtua tunggalnya itu ditempatkan kerja, membuatnya tidak terbiasa harus menjalani harinya seorang diri.

Kamis, 07 April 2016

Get Up Stand Up


Sebenarnya, film ini adalah film yang telah lama saya tunggu. Kenapa? Selain karena jalan ceritanya yang mengangkat kehidupan finalis Stand Up Comedy Indonesia, juga karena pemainnya komika semua. Hahahaha. Jadi, ga ada alasan untuk tidak menonton film ini di hari pertama, jam pertama penayangannya.

Rabu, 06 April 2016

Abang [ part 5 ]


Palembang, 2001

Lana diajari untuk berbagi. Tapi tidak untuk yang satu ini.

Lana tidak pernah keberatan kalau harus berbagi bekal makan siang dengan Fabian. Anak itu tidak marah kalau posisinya di tim sepakbola tergantikan. Dia tidak akan merajuk kalau sepedanya dipinjam sepupunya yang berkunjung saat lebaran.

Selasa, 05 April 2016

Belajar Terbang


“Aku ingin belajar terbang pada kupu-kupu, burung dan angin seperti Kesatria. Tapi tidak hancur oleh tipu daya bintang jatuh. Sebenarnya aku ini apa.”

Lima tahun lalu, setelah saya membaca serial pertama Supernova yaitu Kesatria, Putri, Bintang Jatuh, saya menulis kalimat di atas. Dengan tekad yang memang benar-benar bahwa saya ingin bisa terbang.

Selasa, 23 Februari 2016

Zootopia


Terimakasih yang sebesar-besarnya, yang sebanyak-banyaknya untuk Disney yang selalu menciptakan film-film keren. Beauty and The Beast, The Little Mermaid, Lion King, Frozen dan kali ini Zootopia! Yeayyyyy! Happy banget hari ini gue bisa nonton film ini.

Minggu, 24 Januari 2016

Pejuang Kuis


Gue sebenarnya orang yang pemalas :(. Gue malas beres-beres kamar, gue malas cuci baju cuci piring, bahkan untuk hal yang bagi orang lain menyenangkan (contohnya jalan-jalan) gue amat malas melakukannya.

Setidaknya ada dua hal yang ga malas untuk gue lakukan. Yaitu ketemu idola dan ikutan kompetisi (kuis, game, lomba atau apa pun namanya).

Selasa, 19 Januari 2016

Lima Luar Biasa


Hari ini gue seneeeeeng banget! Alhamdulillah! Setelah sekian lama menanti, digantung setiap hari, hari ini gue bisa bernapas lega. Semester 5 yang sangat amat panjang ini pun berakhir. Gue bisa melewati semuanya dengan selamat. Meskipun dalam perjalanannya seringkali ga mudah. Ga jarang gue harus merangkak, lari terseok-seok sampai bukan cuma keringat yang bercucuran, tapi juga air mata. Serius!

Selasa, 29 Desember 2015

Negeri Van Oranje


Lintang, Daus, Banjar, Wicak dan Geri adalah lima orang mahasiswa asal Indonesia yang tengah menjalani studi S2 di Belanda. Dipertemukan dalam satu waktu yang pada akhirnya membuat mereka bersahabat begitu erat.

Persahabatan mereka berjalan sebagaimana mestinya. Sampai akhirnya Lintang sadar, dia harus memilih satu dari empat sahabatnya itu untuk jadi kekasihnya. Siapakah yang Lintang pilih?

Ngenest


Kita ga pernah bisa memilih siapa keluarga kita, apa etnik kita. Begitu pula dengan Ernest Prakasa yang lahir dari keluarga Cina. Menjadi Cina adalah takdir yang mau ga mau harus dijalaninya. Ga mudah emang. Karena di masa orde baru dulu, jadi seorang Cina di negeri ini adalah sebuah malapetaka.

Rabu, 23 Desember 2015

#SampuraSUN9 [Review]


Selalu menyenangkan bisa menonton pertunjukan stand up comedy secara langsung. Euforianya beda banget sama cuma nonton di TV. Hal itulah yang membuat saya dan teman saya (di sela-sela ujian akhir semester) untuk menonton #SampuraSUN9

Kami berdua sampai di Saung Angklung Udjo (tempat acara) selepas maghrib. Dan kami langsung disuguhkan antrian penonton yang panjang banget, mengular. Kami jadi khawatir ga kebagian duduk paling depan. Anaknya ingin selalu jadi yang terdepan emang :((

Senin, 16 November 2015

Heart Beat


Dunia akting bukan hal yang baru bagi Blink. Tapi dalam Heart Beat kita bisa menemukan banyak hal baru.

Heart Beat adalah film yang disutradai oleh Hadrah Daeng Ratu yang mengangkat tema persahabatan dengan banyak konflik. Persahabatan itu sendiri, kisah cinta yang saling menyilang (?), perjuangan mengejar mimpi dan permasalahan keluarga yang cukup menyesakan hati.

Heart Beat dibuka dengan manis oleh Alexa (Sivia Azizah) yang bernyanyi di sebuah cafe diiringi oleh teman dekatnya, Lido (Brandon Salim). Mesem-mesem lihat mereka berdua. How cute!

Kamis, 12 November 2015

BADOET : Film Horor Kekinian


Banyak hal menyenangkan tiba-tiba berubah menjadi menyeramkan setelah menonton film Badoet.

Badoet adalah film yang bercerita tentang tiga orang sahabat yaitu Donald (Daniel Topan), Farel (Christoffer Nelwan), dan Kayla (Aurelia) menyelidiki misteri kematian tiga anak tetangga mereka yang diduga dilakukan oleh seorang badut, sampai akhirnya si badut balas meneror ketiganya.

Kamis, 29 Oktober 2015

Tujuh Belas


Satu adalah awal. Awal untuk cerita tak bermuara. Dongeng tanpa suara. Dan tujuh adalah cukup. Tidak kurang, juga bukan sempurna. Tapi bukankah setiap orang hanya ingin berkecukupan? Tidak perlu sempurna, asal cukup bahagia.

Jumat, 16 Oktober 2015

Pan


Ada yang masih ingat cerita Peter Pan? Itu loh, anak cowok yang tinggal di Neverland. OMG! Gue suka banget sama cerita Peter Pan. Peter Pan bikin gue pengen banget tinggal di Neverland dan berharap untuk tidak pernah dewasa. Dua belas tahun setelah gue nonton  film itu, dan sekarang gue tumbuh. Entah menjadi dewasa atau tidak, yang jelas gue masih belum bisa pergi ke Neverland.

Kamis, 15 Oktober 2015

Satu Sembilan


Satu dan sembilan adalah fuzzle. Saling mencocokkan untuk kemudian menjadi sempurna. Tapi saya sedang tidak mencari kesempurnaan. Karena segalanya yang terjadi teramat berarti.

Senin, 21 September 2015

Orang-orang Menyenangkan


Idola gue banyak, tapi malaikat juga tahu kalau Patton yang jadi juara pertama (??). Selalu bahagia melihat perkembangan Patton. Dari pertama lihat di Idola Cilik 2 sekitar tujuh tahun yang lalu. Selesai dari Idola Cilik, beruntungnya Patton ga menghilang kayak kebanyakan finalis ajang pencarian bakat. Seminggu sekali dia masih suka tampil di TV, bawain acara Koreografi sama Arie Untung kalau ga salah :( Beberapa kali diundang buat jadi pengisi acara. Senang rasanya!

Selasa, 18 Agustus 2015

Empat Terberat


Bagi gue, semester 4 adalah semester terberat. Selain karena udah mulai praktikum konservasi gigi yang setiap minggunya menegangkan. Masih bisa napas aja syukur dalam lab. Hup. Tapi juga karena sepanjang semester 4 gue sakit. Bukan flu atau pilek yang seminggu pun bisa kembali sehat. Sakit yang bikin gue hampir nyerah. He.

S-Elektra


Pernah ga sih ketika kalian baca buku atau nonton film, kalian merasa kalau si tokoh di buku atau film itu elo banget, entah itu sifat atau jalan hidup si tokoh? Gue merasakan hal ini ketika dua tahun lalu gue baca buku ketiga dari serial Supernova karya Dee Lestari, Petir.

Gue baru sadar gue memiliki banyak kesamaan sama Elektra, tokoh utama di novel itu. Mari gue jabarkan satu-persatu (?):

Selasa, 07 Juli 2015

Abang [ part 4 ]


Palembang, 2000

Kata siapa malaikat harus punya sayap? Abang tidak punya. Dia tidak bisa terbang. Ia hanya bisa memanjat pohon mangga untuk mengambilkan layang-layang Lana yang tersangkut. Abang tidak bisa ajak Lana terbang. Abang hanya bisa menuntun Lana naik ke atas genteng. Abang tidak bisa tunjukkan kerajaan awan di atas langit. Abang hanya mampu menemani Lana berdoa di bawah gemintang. Tapi bagi Lana, Abang adalah malaikat. Malaikat tak bersayap.

Sabtu, 20 Juni 2015

Abang [ part 3 ]


Palembang, 2000

Abang adalah dewa. Dan Lana adalah pemujanya.

Abang sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah enam hari dirawat di rumah sakit. Kondisi Abang sudah jauh lebih baik sekarang. Tapi masih perlu banyak istirahat. Belum bisa ikut Lana ke lapangan untuk bermain bola. Kakinya masih agak sakit kalau dipakai berjalan, kepalanya masih dibalut perban.

Selasa, 16 Juni 2015

Abang [ part 2 ]


Palembang, 2000

Wajah Abang tampan, seperti David Beckham. Siapa bilang Abang cuma tampan? Kalau Lana bilang Abang seperti David Beckham, itu artinya Abang juga jago bermain sepakbola.

Sore itu, Lana keluar mengendap-endap dari dalam rumah. Tidak mau ketahuan Ibu kalau dirinya hendak pergi ke lapangan untuk bermain sepakbola bersama teman-teman. Ibu tidak suka kalau Lana main sepakbola. Katanya, sepakbola hanya untuk anak laki-laki. Padahal, kalau dibandingkan dengan Fabian, jelas Lana lebih jago bermain sepakbola.

Jumat, 12 Juni 2015

Abang [ part 1 ]


Palembang, 2000

Lana sering sekali bertanya pada Ayah dan Ibu, mengapa Lana harus jadi anak yang pertama? Mengapa tidak jadi yang kedua saja? Kan Lana jadi bisa punya Kakak. Lana iri pada teman-temannya yang punya kakak. Lana ingin diantar jemput ke sekolah oleh Kakak. Lana mau pekerjaan rumahnya dibantu oleh kakak. Lana bosan sendirian di rumah. Tidak ada yang menemaninya bermain boneka. Ibu sibuk membuat kue-kue pesanan tetangga. Ayah baru pulang ketika malam datang. Itulah mengapa ia lebih sering berada di luar rumah. Bermain sepakbola di lapangan, mengejar layangan, atau hanya menonton kartun di rumah Fabian-sahabatnya sejak masih balita.

Sabtu, 02 Mei 2015

Terlalu Cepat Tiga Puluh Hari


Juni. Kamu manusia paling mengejutkan abad ini. Semua yang kamu lakukan selalu mengejutkan. Terlalu mengejutkan.

Dulu kamu pergi begitu saja. Melewatkan acara pamitan. Tanpa sepatah salam perpisahan. Membuatku kalang kabut bertanya, ke mana kamu sebenarnya? Mengapa kamu pergi? Mengapa tidak kau izinkan aku melambaikan tangan mengantat kepergianmu?

Jumat, 24 April 2015

---


Kau adalah hitam dalam putih yang selalu ingin kulukiskan.
Kau tinta pewarna untuk hidupku yang terlalu polos.
Aku, ingin jadi kanvasmu.

Kau adalah lelucon paling menyenangkan yang pernah kutemukan.
Kau bergurau dengan siapa saja. Wanita itu, lelaki itu, bahkan Tuhan kau ajak bercanda sedemikian rupa.
Andai, akulah yang pertama menemukanmu. Takkan kubiarkan seisi dunia tahu akanmu.

Kau adalah hidup yang kujalani.
Kau berlari, berhenti, berputar, menikmati.
Aku, menikmati kehidupanmu.

Esok, mungkin kamu bukan lagi kamu
Tapi aku, akan tetap mengagumi kamu sebagaimana adanya dirimu.

Kamis, 09 April 2015

Filosofi Kopi


Gue terbiasa untuk menghadiahi diri sendiri ketika berhasil melakukan sesuatu. Kemarin, gue abis ujian SOCA yang pemberitahuannya sangat amat mendadak, H-2. Dan di dua hari sebelum SOCA itu gue malah pergi ke Bandung untuk ketemu idola gue. Bayarannya, gue harus melakukan hal yang sangat amat gue benci: begadang.

Tapi akhirnya gue bisa lulus ujian SOCA. Sebagai hadiah atas waktu tidur gue yang terenggut oleh begadang, gue sama temen gue memutuskan untuk nonton Filosofi Kopi. Butuh perjuangan untuk nonton film ini, karena Salma –temen gue- termasuk orang yang ga terlalu suka nonton film Indonesia. Gue harus membujuk dia habis-habisan hingga pada akhirnya dia mau nemenin gue nonton.

Sabtu, 07 Maret 2015

Haters


Gue percaya, setiap orang di dunia ini, sebaik apa pun dia, pasti punya seseorang yang ga suka sama dia. Atau bahasa kerennya sih hater(s).

Definisi haters menurut gue adalah orang yang membenci diri kita, setiap apa yang kita lakukan, dan semua yang kita hasilkan. Entah itu karena dia emang benar-benar ga suka sebab sesuatu yang kita lakukan adalah hal buruk, atau memang dia ga suka aja. Bisa juga karena dia iri dan berharap dia bisa melakukan hal yang kita lakukan.

Jumat, 06 Maret 2015

Penonton Caper


Gue suka banget nonton. Nonton film di bioskop, atau dapat ngopi dari temen. Kadang juga beli dvd bajakan._. Gue juga suka nonton pertunjukan. Musik, teater atau stand up comedy.  Entah sudàh berapa banyak pundi-pundi rupiah yang harus gue tukarkan untuk sebuah kepuasan batin dari hobi gue nonton.

Senin, 16 Februari 2015

Kapan Kawin?


Tanggal 14 Februari lalu, ketika banyak manusia bumi merayakan valentine dan sebagian lagi mendebatkannya, gue, Onas dan Salma jalan ke Bandung. Tujuannya sih buat beli alat praktikum. Tapi setelah tujuan tercapai, gue dan dua temen gue yang semuanya memiliki kemampuan independen untuk membahagiakan diri (re:jomblo) memutuskan untuk pergi ke Bandung Indah Plaza (BIP). Sesampainya di sana, kita bingung mau ngapain. Sampai akhirnya kita memutuskan untuk nonton.

Sabtu, 24 Januari 2015

Garing


Mungkin udah sekitar tiga tahun lebih gue suka dan mengikuti dunia perstand up comedyan di Indonesia. Awal tahu seni lawak ini tuh waktu SMA, gue ditunjukin video stand upnya Raditya Dika sama temen gue. Tapi karena waktu itu kondisi kelas kurang kondusif, jadi gue ga bisa nangkap maksud pidato -ya, dulu bilangnya pidato- Raditya Dika apa. Di rumah, gue langsung search di youtube deh. Dah oh iya iya, lucu.

Kamis, 22 Januari 2015

Diantar Pulang Polisi


Dua bulan berlalu dan sampai sekarang gue sendiri masih ga ngerti kenapa hal itu terjadi sama gue-,,-

Jadi gini, dua bulan yang lalu The Finest Tree (Cakka dan Elang) ke Bandung. Senang banget tuh kan. Gue langsung cari tahu hari apa dan mereka ke mana aja. Ternyata mereka ke Bandung selasa dan rabu.

Rabu, 21 Januari 2015

Selamat Ulang Tahun


Saya menyerah. Saya sudah tidak bisa menahan ini lebih lama lagi. Malam ini kamu telah menang. Meskipun saya tahu, sesungguhnya kamu telah memenangkan semuanya sejak dua tahun yang lalu. Sampai sekarang, kamu tidak pernah terkalahkan oleh siapa pun.

Senin, 19 Januari 2015

Bahagia


Waktu itu gue lagi di paud tempat gue ngajar. Gue sama temen-temen iseng bikin video. Judul videonya itu: Tips biar kita bahagia.

Minggu, 26 Oktober 2014

Maha Membolak-balikkan




Hari ini saya tahu betapa Tuhan maha segala-galanya, termasuk maha membolak-balikan perasaan seseorang. Tadi pagi saya bangun dengan bahagia. Pukul delapan, bahagia itu masih ada. Saya masih bisa tertawa bersama teman-teman dan adik-adik murid saya. Bermain perahu di danau kampus.

Siangnya, bahagia itu masih terasa. Meskipun entah mengapa hati kecil saya menyuruh saya untuk pulang. Dan memang dua minggu terakhir, saya selalu ingin pulang. Tapi siang itu saya melawan hati saya untuk tetap tinggal.

Selasa, 14 Oktober 2014

Tempat Sampah


Kata teman-teman, saya makannya banyak. Hampir setiap saya makan, di mana pun, di warteg, warung emperan restoran mahal atau pun di cafe (jarang sih sebenernya ke cafe. Norak soalnya sinta :() makanannya selalu habis. Ga jarang, makanan temen yang ga habis, saya yang habisin. Dulu, sempet di juluki tempat sampah. Ya gitu. Apa-apa masuk ke mulut Sinta -,,-

Bukan karena rakus saya menghabiskan makanan-makanan itu. Bukan karena perut saya terbuat dari karet, makanya susah kenyang. Bukan. Tapi saya ga tega kalau ada makanan yang ga termakan dan berakhir di tong sampah. Suka sedih. Serius. :(

Senin, 22 September 2014

Untuk Kamu, Dari Aku




Untuk kamu, seseorang yang hanya bisa leluasa kueja dalam doa.

Halo, Kak! Ingin rasanya sapaan singkat itu kuucapkan tiap kali kita bertemu. Tapi lidahku selalu kelu. Bibirku selalu beku.

Halo, Kak! Akhirnya aku bisa menyapamu. Malam ini. Dari jauh. Meski aku tahu takkan pernah sampai, tapi paling tidak, jemariku berani menuliskannya.

Sabtu, 20 September 2014

Sejatiku Kamu 2




Papa adalah orang paling murah tawa. Lucu sedikit tertawa. Lucunya banyak apalagi. Misal ada yang melawak dan tidak lucu sama sekali pun, ia pasti akan tertawa. Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang. Begitu kata Papa. Setelah aku sudah cukup besar, barulah aku tahu bahwa kalimat itu ia contek dari grup lawak favoritnya: Warkop DKI. 

Papa sangat menyukai seni komedi. Bahkan kalau bisa, dia pasti sudah jadi pelawak saat ini. Sepanggung dengan Srimulat dan bermain film bersama warkop DKI. Sayangnya Papa hanya diciptakan sebagai penonton. Ya, dia adalah penonton setia apa pun yang berbau komedi. Film-film Warkop DKI, serial TV Mr Bean hingga pertunjukan ketoprak Srimulat. 

Kamis, 11 September 2014

Sejatiku Kamu part 1


Aku tidak tahu caranya mencintai. Tapi untuk mencintaimu aku tak perlu belajar lagi. Karena dengan dicintaimulah aku mencintaimu.

Papa selalu bilang bahwa Tuhan Mahacinta. Dan memang benar. Oleh karenanyalah aku bisa mengenal cinta sedahsyat Papa. Cinta yang tegas, kekal, melapangkan.

 Pa, aku cinta Papa!

Selasa, 02 September 2014

Dua


Ini bukan tentang pasangan capres nomor dua yang gue dukung. Ini tentang apa yang terjadi selama semester dua kemaren. Banyak sukanya, dukanya pun ga sedikit. Campur aduk. Harus gue akuin, ga mudah menjalani apa yang bukan passion kita. Tapi gue udah terlanjur nyemplung. Jalani aja.

Semester dua kemaren udah lumayan bisa beradaptasi. Meskipun ga jarang

Selasa, 27 Mei 2014

Mahahumoris


Hari ini, kebahagiaan diturunkan begitu banyak. Meskipun tak sedikit yang kecewa. Tapi hidup harus berlanjut. Semoga bahagiamu bertahan lama, kekecewaanmu lekas berganti tawa.

Hari ini, satu takdir Tuhan diberitahukan. Sebuah gambaran akan di bawa ke mana hidup kita nanti. Setahun yang lalu aku merasakannya. Bagaimana satu hal yang sangat merubah hidupku, sekaligus membunuh banyak mimpiku.

Pengumuman SNMPTN. Tahukah bahwa sebelum hari H, aku berharap bahwa aku tidak akan lulus. Aku malu dengan pilihanku. Bukan karena terlalu muluk (meskipun memang muluk), tapi karena pilihanku tidak sesuai dengan apa yang selalu aku impikan. Aku malu, terlebih pada diriku sendiri.

Dulu, setiap ditanya ingin jadi apa aku nanti, aku selalu tegas menjawab "Aku ingin jadi dokter hewan!". Tapi bahkan aku tidak mengusahakan hal itu dengan menjadikannya pilihan pertama.

Makanya, setiap ditanya apa yang aku pilih untuk SNMPTN, aku tidak pernah menjawab. Aku bilang, kalau lolos, kalian akan tahu. Kalau tidak, ya kalian tidak akan pernah tahu. Pernah sekali aku memberitahu pilihanku, orang itu tertawa meremehkan. Sinta sinta, sadar diri kamu siapa.

Lalu tiba pada hari pengumuman. Pukul 4 sore waktu itu. Aku kesulitan mengakses internet. Aku minta temanku mengecek hasilnya. Sialnya, saat itu aku berharap aku diloloskan. Aku tahu itu tidak mungkin. Tapi sangat tidak mungkin aku lulus melalui tes tulis. Aku tidak sepintar teman-temanku.

Beberapa menit kemudian, temanku bilang bahwa aku lolos. Aku diterima. Aku tertegun sejenak. Bingung harus melakukan apa. Dan juga tidak percaya. Temanku mencoba meyakinkan dengan mengirimkan capture-an. Baru aku percaya saat itu. Refleks langsung memeluk nenek yang berada di sampingku. Dan aku menangis. Bahagia sekaligus sakit hati.

Teman-teman memberikan semangat. Lewat telepon, sms, twitter, dan facebook. Mereka akhirnya tahu akan pilihanku.

Aku tidak mungkin menyia-nyiakan apa yang banyak orang susah payah usahakan. Dan aku menerimanya. Menjalaninya. Meskipun resikonya, mimpi yang selalu kugadang-gadangkan akhirnya pupus.

Tapi toh aku tidak boleh egois. Orangtuaku hanya punya aku untuk dijadikan harapan. Mereka bahagia, pun denganku. Terimakasih Tuhan, kau membuatku menjadi anak yang setidaknya pernah membuat kedua orangtuaku menangis bahagia.

Setahun berlalu. Hari ini aku sudah mempunyai 75 adik tingkat baru. Adik kelas SMAku dikabarkan ada yang mengikuti jejakku. Senang rasanya. Ditambah teman satu komunitas fans juga lolos.

Aku juga senang, di timeline twitter dan facebook banyak yang mengucap syukur atas nikmat yang diterimanya hari ini. Selamat ya!

Untuk yang belum berhasil, selamat juga! Karena kalian akan puny perjuangan yang lebih menantang, lebih seru. Percayalah, euforia memasuki jenjang perguruan tingginya akan lebih greget.

Dan untuk semuanya, semangat selalu! Ingat, Tuhan mahahumoris. Apa pun yang diberikannya, tertawa sajalah. Itulah mengapa aku seringkali menertawakan diriku sendiri. Karena Tuhan juga sering mengajakku bercanda.

Selasa, 20 Mei 2014

Selamat!


Hari ini banyak dari kita yang sedang berbahagia, mendapatkan hadiah atas kerja kerasnya selama tiga tahun. Selamat!

Satu tahun yang lalu, aku merasakan kebahagiaan itu. Rasanya ya bahagia. Iya, bahagia.

Semalaman tidak bisa tidur. Cemas. Katanya, malam itu malam yang menegangkan. Kalau ada orang yang bertamu ke rumah malam itu, berarti kamu tidak lulus. Semalaman aku berdoa, tidak ada yang mengetuk pintu rumah.

Selasa, 06 Mei 2014

Istimewa


Aku percaya bahwa semua anak terlahir istimewa.

Namanya Ina. Sekilas, tidak ada yang berbeda dengan dia. Anak perempuan yang hanya berbeda dua tahun di bawahku itu tumbuh seperti anak lainnya. Dengan rambut keriting yang kurang terawat dan badan yang bongsor. Ya, biasa saja bukan?

Kali pertama aku bertemu dengannya adalah ketika aku bergabung di sebuah sekolah pengabdian kampusku, aku jadi pengajar di sana. Saat itulah aku bertemu dengan Ina. Dengan senyum lebar dan wajah yang ceria dia menyambut kami (para pengajar baru).

Tapi hari itu aku belum mengenalnya begitu dalam. Belum tahu bahwa dia begitu istimewa. Hari itu berlalu begitu saja. Dengan kepulangan kami yang diantarkan olehnya.

"Ina mau ke mana?" tanya salah seorang pengajar.

"Aku mau antar kakak-kakak." ujarnya tetap dengan senyum lebar,

"Jauh loh, Na!"

"Ga pa-pa. Hehe." tuturnya singkat seraya terus berjalan mengiringi kepulangan kami.

Keesokan harinya, aku kembali ke sekolah itu. Bertemu dengan Ina lagi. Dia menyalami kami satu per satu. Beberapa dia ingat namanya. Lalu tiba giliran dia mencium tanganku.

"Coba nama aku siapa?"

Dia tertegun seraya tersipu malu. Aduhh lupa! Begitu siratnya.

"Aku Sinta. Apa?"

"Ka Chinta!" ujarnya begitu semangat. Meskipun dia keliru memanggil namaku, tapi aku tak peduli. Sinta, Cinta, Chinta atau apalah itu. Yang jelas, setelah hari itu aku menemukan keistimewaan itu.

***

Ina punya panggilan khusus untuk pengajar yang dekat dengannya. Bunda dan Ayah. Tapi untukku berbeda.

Kala itu aku baru saja tiba di sekolah. Dia langsung berteriak "Omaaaaaa!" seraya melambaikan tangan.

Aku terkesiap. Loh kok Oma? Apakah aku setua itu? -_-

Semua yang ada di sana menertawakan panggilan Ina padaku.

"Ina kok Oma sih?"

"Ga pa-pa. Oma kan cantik." jawabnya. Dia tahu saja aku suka dibilang cantik._.

Ya, sejak hari itu di selalu memanggilku Oma.

***

Ina punya banyak cerita. Aku suka mendengarkannya. Meskipun kadang kurang mengerti. Tapi masa bodoh. Aku suka ketika dia bercerita.

Salah satu cerita yang kuingat adalah dia bilang kalau cita-citanya adalah menjadi psikolog. Iya, Ina. Oma doakan semoga cita-citamu terwujud.

***

Ina adalah anak paling rajin datang ke sekolah. Dia selalu jadi penghuni pertama. Pernah suatu kali ketika hujan lebat, dan aku baru sampai di sekolah, Ina ditemani teman pengajar sedang duduk di teras sekolah. Bercerita.

Hari itu pun dihabiskan oleh kami untuk mendengarkan semua cerita Ina yang lucu. Tentang dia yang pernah terkunci di kamar mandi, atau tentang dia yang paling suka datang ke kost para pengajar.

Oh iya, hobi Ina itu datang ke kost. Entah sudah berapa pengajar yang kostnya disambangi oleh Ina. Karena aku tinggal di rumah saudara dan jauh dari sekolah, jadilah Ina tidak pernah mengunjungiku. Tapi pernah dia mengatakan "Oma, aku mau nginep di rumah Tante." Aku hanya tersenyum. Tentu Ina.

***

Salah satu dari sekian banyak kelucuan Ina adalah ponselnya. Dia memiliki ponsel yang ukurannya kecil namun berat. Dan canggihnya, ponsel itu berkamera. Kadang, Ina memotret kami.

Suatu waktu, aku melihat Ina menempelkan ponselnya di telinga kemudian menggoyangkan tubuhnya. Aku bertanya sedang apakah dia. Dia tersenyum lalu menyerahkan ponselnya padaku. Ponsel yang tengah memutar sebuah lagu. Cabe-cabean. Aku terhenyak. Ina tertawa terbahak-bahak lantas terus bergoyang.

"Kenapa cabe-cabean? Kenapa ga sayur-sayuran?" tany seseorang.

"Iya. Kenapa ga sayur-sayuran, buah-buahan, nasi-nasian, lauk-laukkan. Itu kan lebih sehat." ujarku.

Ina tertawa. Masih terus bergoyang.

Karena itulah, aku memperkenalkan Ina pada lagu yang lebih layak untuk didengarnya.

Eh tapi, sekarang kalau mendengar lagu Cabe-cabean jadi ingat Ina. -_-

***

Ina pandai berakting. Dia bisa menangis sekaligus tertawa. Istimewa,, ya?

Ina sering menangis untuk mencari perhatian para pengajar. Ya, Ina suka diperhatikan. Ketika dia menangis, pengajar akan memperlakukannya sebagai adik kecil. Tapi aku tidak. Ketika dia menangis, aku akan menggodanya. Terus menggoda sampai tawanya meledak. Aku tidak memperlakukannya sebagai adik. Tapi aku memposisikannya sebagai teman. Ya, Ina adalah temanku.

Tapi pernah dia menangis dan susah sekali berhenti. Berbagai cara telah dilakukan. Tapi dia tetap menangis.

"Ina kenapa?" tanyaku lembut.

"Oma, Bunda Linda ke mana sih? Aku kangen. Huaaaaa." tangisnya semakin kencang.

"Bunda Linda sakit, Ina! Makanya Ina doain Bunda biar cepat sembuh, terus ke sini lagi. Ya?"

"Aku pengen Bunda Lindaaaaa!"

Aku tertegun. Merasa tertohok. Dia bisa sebegitu sayang terhadap bundanya. Akankah dia juga begitu pada Omanya? Merindukan kehadirannya ketika dia tidak hadir?

Aku menatapi Ina yang masih sesenggukan menangis.

***

Katanya, aku harus mengajari Ina. Nyatanya, aku belajar banyak darinya. Tentang hidup. Sesederhana kalimat "Oma kan cantik." Seringan tawa lepasnya. Seindah keceriannya. Setulus rasa sayangnya.

Aku semakin percaya, bahwa semua anak terlahir istimewa.

Selasa, 15 April 2014

Keluarga Baru


Saya punya keluarga baru. Namanya Taman Ilmu.

Taman Ilmu itu:

-Membuat saya menjadi saya
-Membuat saya menemukan kesederhanaan, kebersamaan, dan kebahagiaan
-Menjadikan saya lebih hidup
-Memperkenalkan saya pada apa itu pengabdian
-Membuat saya betah di Jatinangor, dan berat sekali untuk pulang kampung. Padahal, dulu maunya pulang terus
-Membuat jumat, sabtu, dan minggu saya tidak membosankan
-Membuat saya rela jalan kaki pulang dan pergi
-Membuat saya ikhlas pulang sore bahkan hingga larut malam
-Mempertemukan saya pada banyak sekali orang hebat. Kak Syakir, Kak Syarif, Kak Frida, dan rekan sejawat lainnya (?)
-Mempertemukan saya pada anak-anak luar biasa
-Memberikan pengalaman berharga ketika diklatsar ke Ciwidey. Bertemu masyarakat di sana. Mendapatkan pelajaran yang tidak bisa dibayar dengan apa pun juga
-Mewujudkan salah satu mimpi saya yang dulu sempat teronggok. Menjadi pengajar. Guru

Terimakasih Taman Ilmu! Kami siap, kami pintar, kami bisa!
















Selasa, 11 Februari 2014

Ngesot


Meskipun ngesot-ngesot, akhirnya gue bisa ngelewatin satu semester yang me-fuh-nyenangkan. Dengan ipk yang ya lumayanlah di fakultas gue. Kalo di fakultas lain, mungkin gue paling odong-_-v

Satu semester yang luar biasa.

Minggu, 05 Januari 2014

2013


Jika 2013 adalah tahun terbaikku, itu karena ada kamu.

Karena aku melewati banyak hal bersama kamu. Baik ragamu, maupun bayangmu.

Aku menyelesaikan semester terakhir di SMA bersamamu. Bersama seluruh leluconmu. Menghitung hari menuju ujian nasional dengan belajar keras. Kadang, kita belajar bersama.


Jumat, 13 Desember 2013

Sabtu, 07 Desember 2013

Sinta


Penyayang binatang dan kertas. Penikmat novel, teater, film dan stand up comedy. Pengagum hujan dan puisi. Penyesap teh dan ice chocolate. Pencinta kamu.


Banyak hal terlalu biasa yang dilakukan. Menghabiskan waktu di toko buku. Menonton film terbaru. Menjelajahi dunia maya. Mengikuti kuis online walaupun tidak pernah menang.

Sabtu, 23 November 2013

The Next Ketua BEM


Jadi minggu lalu, ketika temen-temen gue ikut LKMM, gue malah pergi ke Bandung. Nonton acara stand up nite Bandung yang ke-8. Lumayan, ada Ge Pamungkas sama Bang Awwe. Komika yang lain sih banyak. Cuma gue ga kenal.-.v

Gue emang gitu. Malas sama yang namanya organisasi. Makanya ga ikut LKMM. Tapi tahu ga sih, gue mendapatkan fakta bahwa ah gue itu the next ketua BEM. Gue bukannya sombong. Tapi ya apa boleh buat. (tetep ini namanya nyombong)

Dua hal. Yang bikin gue yakin kalau gue the next ketua BEM. Dua hal yang bukan kebetulan. Cuman, ya gue sambung-sambungin aja.----.

Jadi waktu itu malam sabtu setelah UTS dan besoknya ada mabim. Gue sama temen gue, sebut saja Amelien, pergi ke sebuah Cafe. Gue ke sana bukan niat makan sih. Gue mau nonton openmic. Stress cyinn abis UTS butuh hiburan.

Selasa, 19 November 2013

Tidak Lucu


Gerah aja sama mereka yang pakai kata autis, idiot dan cacat buat bercandaan. Ga ngerti sama mereka. Kepekaannya tuh di mana? Apa mereka tahu gimana rasanya dijadiin bahan olok-olok? Lagipula autis, idiot dan cacat bukan merupakan kata sifat.

Rabu, 02 Oktober 2013

Pagi, Siang, Senja, Malam.


Pagi lagi. Hari yang baru lagi. Doa yang hampir sama setiap harinya. Semoga hari dapat dijalani dengan segala kearifan.

Siang. Matahari entah mengapa tak jenuh untuk memancarkan kesuperioranya. Keringat. Menggantung di pelipis setiap orang. Berkilau, terkena sinar matahari.

Musisi


Saya suka musik. Tapi saya bukan pemusik. Saya hanya penikmat. Saya suka mendengarkan musik untuk menemani saya belajar atau hanya sekedar me mbaca novel. Musik membuat saya lebih tenang ditengah kegrasa-grusuan saya.

Saya adalah orang yang kemana-mana lebih sering menggunakan angkutan umum; angkot atau bis. Dan di sana saya selalu bertemu dengan musisi-musisi

Sabtu, 28 September 2013

Mas Toko Buku


Selasa yang lalu saya pergi ke toko buku bekas yang ada depan kampus. Rencananya sih nyari novel Tere Liye yang pasti tahu sendiri harga buku barunya berapa. Karena saya anak kost (?), jadilah ga mampu beli, buku bekas pun jadi. Yang penting isinya kan? *ngeles

Rabu, 18 September 2013

Nothing


Banyak sekali yang ingin aku tulis. Tapi semuanya buyar ketika mataku menangkap layar komputer. Entahlah. Sudah sangat lama aku tidak menulis dan membaginya pada semua orang yang tersesat pada laman blog sederhanaku ini.

Minggu, 23 Juni 2013

Kehilangan (part 2)



Konsentrasi Cakka ketika menyetir terbagi. Antara jalanan dan gadis di sebelahnya. Ify. Gadis itu mendekap boneka beruang jumbonya. Seperti sayang sekali pada sang boneka yang baru didapatnya beberapa jam yang lalu. Namun kedua matanya menatap kosong. Jiwanya entah berkelana ke negeri mana. Jauh meninggalkan raganya.

Kehilangan (prolog dan part 1)



Ify. Remaja tanggung yang sekarang duduk di bangku sebuah SMA ternama di kotanya itu sudah tidak percaya lagi kepada mahluk bernama lelaki. Baginya, semua lelaki itu jahat, menyebalkan. Mereka selalu membuat perempuan menangis semalaman hingga membuat mata sembab. Mereka selalu menjadi sebab dari elegi kesakitan setiap perempuan. Mereka selalu menjadi alasan setiap perempuan untuk berkorban. Padahal, mereka tak pernah sedikit pun memberi balasan. Walaupun hanya sesungging senyuman.

Dongeng



Aku menyampaikannya. Karena aku pikir, waktuku telah habis untuk menyimpan semuanya sendirian. Dengan segala kerendahan hati aku persembahkan rasa ini. Yang telah ku sembunyikan bahkan sebelum kamu tahu ada aku di sekitarmu.

***

Ify tidak suka pada keramaian. Karena

Kamis, 07 Februari 2013

HUJAN, Kita Dan Mimpi part 25A




Aku menghempaskan tubuhku ke atas kursi. Mendesah dan melirik kursi di sebelahku. Kosong. Kemana pula gadis itu? Bukankah dia tak pernah terlambat? Ck. Aku  berdecak. Baru sadar, penghuni tetap kursi itu telah pergi. Kemarin. Aku mengulum bibir.
"Hey! Kenapa?" tanya Gabriel. Ia baru

Sabtu, 02 Februari 2013

Lebih Dari Plester part 16B



Sivia tidak pernah bercita-cita menjadi seorang penjahat. Mengambil sesuatu yang sebenarnya telah menjadi hak orang lain. Tapi ia bisa apa. Perasaan cinta yang ia punya terlalu besar. Membutakan logikanya. Menumpulkan hati kecilnya.

Mungkin, selingkuh tidak ada salahnya. Selama ia bisa menutupnya dengan rapat, sah-sah saja sepertinya. Selama itu, ia tidak menyakiti hati siapa pun, bukan?

Lebih Dari Plester part 16A


Gabriel merasa dirinya kembali menjadi anak-anak. Ia merasa dilemparkan kepada masa kecilnya di mana ia gemar sekali bermain kucing-kucingan. Dulu, ia biasa bermain dengan Rizky dan Daud. Mengelabuhi dua sahabat ciliknya itu dengan sangat sempurna. Bersembunyi di tempat yang sangat tertutup. Rizky dan Daud yang kebagian jaga tidak pernah berhasil menemukan Gabriel. Gabriel kucing yang handal.

Sekarang, ia kembali bermain kucing-kucingan. Bukan dengan Rizky atau Daud yang sudah jelas-jelas pindah ke luar kota sejak mereka masuk ke sekolah menengah pertama. Kini, ia bermain dengan Ify, Rio, Oik dan semua orang yang berpotensi membahayakan posisinya. Kali

Lebih Dari Plester part 15



Gadis itu menggeliat. Memalingkan wajah untuk menghindari seberkas sinar yang tajam menusuk matanya. Setelah beberapa detik beradaptasi, gadis itu perlahan membuka matanya. Lalu merasa perlu menyisir setiap sudut kamarnya. Dan ketika matanya tertumbuk pada pintu yang menghubungkan kamarnya dengan balkon yang menjeblak terbuka, gadis itu tersenyum. Melihat seorang pemuda yang berdiri dekat pagar pembatas. Entah sedang melakukan apa.

Sivia-gadis itu menendang selimut yang semalaman menghangatkan tubuhnya. Berjingkat dari ranjangnya. Dengan sisa-sisa tenaga, berjalan tersaruk menghampiri sang pemuda. Cakka tentu saja.

"Good morning!" tukas Sivia ketika

Lebih Dari Plester part 14B


Hari ini untuk kesekian kalinya, lagi-lagi Cakka gagal mengalahkan ketakutannya. Nyali yang telah ia kembangkan seketika menyusut kala ia menjejak pintu masuk sebuah TPU terbesar di kotanya. Rasa bersalah itu merongrong tembok keberaniannya.

Namun ia masih tetap berusaha. Menyeret kakinya yang entah mengapa terasa begitu berat. Menelusuri satu persatu gundukan tanah yang telah ditutupi rumput. Memindai nama-nama yang terukir di permukaan batu nisan yang menempel pada masing-masing gundukan. Ia hanya mencari satu nama. Nama seorang gadis yang pernah berkuasa di altar suci hatinya satu tahun silam. Yang kini

Kamis, 15 November 2012

Lebih Dari Plester part 14A



Oik menyesal telah menanyakan sebab dari ketidakhebohan Ify tadi. Lihat sekarang! Gadis itu bahkan jauh lebih heboh dari biasanya. Gabriel begini, heboh. Gabriel begitu, heboh. Oik sih tidak masalah selama tidak mengganggunya. Ini sih namanya bukan mengganggu lagi. Tapi sudah membahayakan.

Kalau saja tidak ada pemuda yang refleks menahan tubuhnya, pastilah Oik sudah jatuh terjengkang. Bergabung bersama kuman dan bakteri yang menempel pada alas kaki setiap orang yang berjejalan di sana. Untung saja. Dua kali tersenggol, dua kali pula diselamatkan oleh pemuda yang sama. Oik sempat tertegun sejenak ketika melihat wajah pemuda itu. Baru pertama dilihatnya

Jumat, 05 Oktober 2012

Sihir Hujan


Sihir Hujan
Oleh : Sapardi Djoko Damono
Hujan mengenal baik pohon, jalan, dan selokan
-- swaranya bisa dibeda-bedakan;
kau akan mendengarnya meski sudah kaututup pintu dan jendela.
Meskipun sudah kau matikan lampu.

Hujan, yang tahu benar membeda-bedakan, telah jatuh di pohon, jalan, dan selokan
- - menyihirmu agar sama sekali tak sempat mengaduh
waktu menangkap wahyu yang harus kaurahasiakan.

Aku Ingin


Aku Ingin
oleh : Sapardi Djoko Damono
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Jumat, 28 September 2012

Lebih Dari Plester part 13B



Rio menginjak pedal rem kuat-kuat. Menghentikan laju mobil mahalnya di depan sebuah bangunan rumah bernuansa klasik. Itu rumah Ify. Sebelumnya, ia baru saja mengantarkan Oik pulang. Gadis itu pingsan lagi. Sekarang, ia menyambangi rumah Ify. Menjenguk gadis itu. Semoga sakitnya tidak terlalu parah. Hanya berkisar demam atau flu saja.

Yang belum Rio tahu, semuanya hanya berujung pada makna semoga. Tidak lebih satu inci pun.

“Oh, jadi ini Rio kece ya? Ify sering cerita tentang kamu. Katanya, kamu raja telat ya?”

Senin, 27 Agustus 2012

Lebih Dari Plester part 13A


Kalau begini jadinya, aku tidak ingin diberitahu akan seperti apa aku nanti. Tuhan, lindungi aku dari keadaan tahu ini!

***

Ify melihat refleksi seorang gadis dalam cermin. Nampak sempurna dengan balutan seragam sekolahnya. Lengkap dengan bletzer biru kotak-kotak berenda. Rambutnya dibiarkan terurai. Kalung perak menjuntai menghiasi lehernya. Apa yang kurang?

Coba perhatikan dari ujung sepatu

Minggu, 26 Agustus 2012

HUJAN, Kita Dan Mimpi part 24



Satu hari menuju kepindahan Keke. Semua semakin aneh saja. Keke yang belum mau menceritakan penyebab mengapa ia berubah menarik dirinya dari dunia luar. Hanya sekolah, setelah itu tak ada lagi. Keke menolak Gabriel yang memintanya untuk kembali aktif dalam kegiatan ekskul musik. Sebaliknya, ia juga tak membiarkan dunia luar menjamah harinya. Aku, Gabriel dan Agni yang hampir setiap hari mengunjungi rumahnya tak pernah ia temui. Meminta sang mama atau pembantunya untuk mengusir lembut kami. Ia tak ingin diganggu. Ia hanya ingin sendiri saat ini.

Begitu pun saat tadi siang ketika ia pulang sekolah.

Jumat, 17 Agustus 2012

HUJAN, Kita Dan Mimpi part 23



Keke baru saja menjejakkan kaki di rumah. Gadis manis itu langsung dikejutkan oleh suara isakan yang terhantar udara dari salah satu ruangan dengan pintu yang setengah terbuka. Ia mendesah. Ini bukan kali pertama. Telah banyak isakan yang tercipta di rumah mewah itu. dan salah seorang yang rutin menciptakan isakan menyedihkan itu adalah orang yang sama dengan orang yang kini tengah menangis sendirian di dalam ruangan bercahaya remang. Keke masuk dan menghampiri pemilik tangis teriris itu. Wanita hebat yang telah membantunya untuk hadir dan menikmati bagaimana mengagumkannya hidup. Keke duduk di samping wanita sendu itu. Mengatakan “Mama” pelan.

            Wanita yang dipanggil oleh Keke dengan

Lebih Dari Plester part 12


Mulai berhitung. Satu. Dua. Tiga. Hingga tak berhingga.

Satu, untuk sepenggal masa lalu. Dua, untuk penggalan yang lainnya. Tiga, masih tetap sama. Tak berhingga, masa lalu itu sempurna terbaca. Akibatnya sudah dapat terkira. Tak berhingga, untuk pemahaman dari apa itu masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang.

***

Ify melipat kedua tangannya di depan dada. Celingak-celinguk mencari Rio yang tiba-tiba saja menghilang. Tadi, Ify kalah cepat oleh Rio ketika

Jumat, 03 Agustus 2012

Lebih Dari Plester part 11



Keduanya mulai beraksi. Terjun ke jalanan dengan menggunakan baju yang sama. Medan utama mereka adalah area lampu merah dengan target para pengguna jalan raya yang tentu saja tengah berhenti. Mereka memberikan masing-masing satu plester dinosaurus dan selembar brosur kepada setiap pengguna jalan. Brosur ajakan untuk saling mengasihi antar sesama. Saling berbagi. Alangkah indahnya kalau semua penghuni bumi dapat melakoninya. Dengan ketulusan hati dan kebijakan diri.

Ify bersemangat melakukannya. Menghampiri pesepeda motor. Memberikan plester dan brosur. Memberikan senyuman termanisnya. Beralih pada yang lain. Mengetuk jendela mobil. Sang empunya mobil membukanya secara perlahan. Langsung disuguhi plester dinosaurus. Berterimakasih. Lantas berpindah pada mangsa-mangsa lainnya. Begitu terus sampai satu jam ke depan. Tanpa lelah ia membagikan plester-plester menggemaskan itu. Melupakan sejenak keterbatasan yang bersemayam dalam tubuh mungil nan ringkihnya. Ify hanya ingin berbagi kebahagiaan siang ini.

Awalnya Gabriel setengah hati melakukannya. Buang-buang waktu dan tenaganya saja. Begitu pikir Gabriel. Ia malas-malas membagikan plester. Senyum miring pula yang ia suguhkan. Tanpa keikhlasan. Tapi melihat Ify yang begitu bersemangat melakukan gerakan seribu plester dinosaurus yang menurutnya aneh itu, hati Gabriel

Jumat, 20 Juli 2012

Segenggam Harapan



Lelah. Rasanya dia ingin berhenti saja dari perjalanan meraih mimpi. Semangat yang dulu membara kini sirna tak bersisa. Terkikis kecewa yang sering melanda.

Putus asa. Tak ada lagi setitik cahaya yang selama ini menuntun langkah payahnya menuju tujuan besarnya. Semuanya pupus. Kegelapan. Dan hilang semua harapan. Tak tahu arah. Merasa mimpi-mimpi itu takkan bisa terjamah.

Mati saja. Dia rasa itu akan lebih baik. Setelah mati, ia akan hidup bersama mimpi-mimpinya yang telah terlebih dahulu terbunuh. Bersama di keabadian. Walau resikonya dia akan tetap terabaikan.

Namun di senja itu, di taman belakang sebuah gedung sekolah yang begitu megah, ia hanya ingin menangis. Rasa sesak yang melesaknya

Rabu, 11 Juli 2012

Selapang Sang Rembulan part9


Gabriel melemparkan sebuah helm untuk segera dipakai oleh Sivia. Gadis itu mengulum bibir. Meskipun ia sudah resmi menjadi gadisnya Gabriel, tetap saja pemuda itu bersikap menyebalkan. Apa tidak ada sikap yang lebih manis yang bisa ia tunjukan pada saat menyerahkan helm berwarna kuning itu? Atau paling tidak, biasa saja. Jangan sampai dilempar seperti itu. Kalau terkena kepala Sivia bagaimana? Bisa benjol nantinya. Lantas membuatnya tidak cantik lagi. Sivia ingin selalu terlihat cantik di hadapan pemudanya. Cantik dengan dua kuncirnya.

Namun bagi Gabriel, apapun keadaan Sivia, gadis berlesung pipi itu selalu terlihat cantik. Bahkan ketika ia masih memakai piama. Belum sempat mandi, membersihkan diri. Ingatkah insiden rujak dulu? Bukankah penampilan Sivia tidak ada cantik-cantiknya? Ah, tapi